Pelanggaran Berkendara Paling Banyak di Jakarta Lawan Arus

Rabu, 17 Mei 2017 / Berita

Adakah perlintasan lampu merah di Jakarta yang bebas aksi pelanggaran berkendara? Serendah-rendahnya adalah melewati batas garis di traffick light, dan pada taraf lain menerobos lampu merah hingga melawan arus.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, mencatat pelanggaran paling banyak yang terjadi di Jakarta adalah melawan arus. Hal itu diketahui dari data Operasi Patuh Jaya 2017 yang digelar sejak 9 Mei lalu.

Pengendara bermotor berani lawan arus. (Foto: Dimas Jarot Bayu Prakoso/kumparan)

"Ada 1.131 kendaraan lawan arus kemarin," ucap AKBP Budiyanto kepada kumparan (kumparan.com), Rabu (17/5).

Secara lengkap hasil penindakan Operasi Patuh Jaya kemarin, ada 1.131 kendaraan melawan arus, 631 tak menggunakan helm, 435 tak menyalakan lampu utama, 940 tak melengkapi surat-surat, dan 126 tak menggunakan sabuk keselamatan untuk pengendara mobil. Total 8.753 kendaraan yang ditilang.

Operasi Patuh Jaya 2017 (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Pelanggaran berupa lawan arus itu konsisten menjadi pelanggaran paling banyak sejak Operasi Patuh Jaya digelar 9 Mei. Data yang melawan arus pada 9 Mei (643 kendaraan), 10 Mei 956 (kendaraan), 11 Mei (856 kendaraan), 12 Mei (1.089 kendaraan), 13 Mei (905 kendaraan), 14 Mei (833 kendaraan), 15 Mei (1.296), dan 16 Mei (1.131 kendaraan).

 

    Kirim Komentar