MEMBANGUN MINAT BACA MELALUI POJOK BACA KELAS

Senin, 29 Oktober 2018 / Artikel

Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, perpustakaan sebagai wahana belajar sepanjang hayat dalam mengembangkan potensi anak didik agar menjadi manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, terampil,  kreatif, dan mandiri. Untuk itu, salah satu upaya perpustakaan dalam mewujudkan bangsa yang berbudaya baca, maka perpustakaan melakukan pembinaan minat baca. Pembinaan minat baca merupakan langkah awal sekaligus cara efektif untuk menumbuhkan minat baca kepada anak karena dimasa anak-anak merupakan masa yang tepat untuk menanamkan sebuah kebiasaan yang nantinya kebiasaan ini akan terbawa hingga dewasa. Dengan kata lain, apabila sejak kecil anak terbiasa membaca, maka kebiasaan membaca akan terbawa hingga dewasa. Kebiasaan membaca merupakan sesuatu yang penting dan fundamental yang harus dikembangkan sejak dini dalam rangka untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Hal ini tidak lain karena membaca dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan. Anak yang memiliki pengetahuan dan wawasan tentunya akan lebih berhasil dalam setiap tahap kehidupannya misalnya dalam pendidikan maupun cara pandang.

Penerapan literasi di SD Tegalrejo I Yogyakarta antara lain:

  1. Literasi tidak hanya terkait dengan baca dan tulis.
  2. Menerapkan keterampilan membaca (reading skill) setiap 15 menit sebelum dimulai kegiatan belajar mengajar.
  3. Sekolah memfasilitasi pembelajaran untuk sharing tentang pendidikan.
  4. Perpustakaan sebagai sentra literasi di sekolah.

Keluarga menjadi faktor dominan dalam pembentukan karakter serta kebiasaan anak karena keluarga menjadi media yang efektif untuk menumbuhkan suatu kebiasaan membaca, maka secara tidak langsung seluruh anggota keluarga tersebut menjadi gemar membaca. Dengan kata lain, keluarga dapat dijadikan sebagai sarana pembinaan minat baca pada anak. Dari kebiasaan membaca ditingkat keluarga inilah, kemudian berkembang menjadi budaya membaca. Orang tua perlu menumbuhkan minat baca anak dengan menyediakan buku dan bahan bacaan lainya yang dapat membuat minat anak untuk membaca. Selanjutnya orang tua harus memberikan tauladan untuk membaca. Dengan begitu anak dapat meniru perilaku orang tuanya yang dianggap sebagai figur.

Selain keluarga, peran sekolah sangat vital dalam meningkatkan minat baca anak. Melalui fungsi edukasi yang melekat pada sekolah melalui perpustakaan sekolah. Terlebih setelah pemberlakuan Kurikulum 2013 oleh SD Tegalrejo I Yogyakarta, dimana Kurikulum 2013 telah terintegrasi dengan perpustakaan, dari mulai pengenalan dini pada perpustakaan (pendidikan pemakai), kunjungan ke perpustakaan, serta pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar. SD Tegalrejo I Yogyakarta memiliki program salah satunya pembinaan minat baca melalui pojok baca. Pojok baca bisa ditempatkan dimanapun, bisa di ruang kelas, bisa di depan kelas dan dengan media apapun. Yang terpenting adalah bisa diakses dengan mudah oleh anak didik.

Pojok baca adalah upaya mengembangkan minat baca anak didik melalui pemanfaatan pojok kelas sebagai perpustakaan kecil. Pojok baca merupakan wujud komitmen SD Negeri Tegalrejo I Yogyakarta melalui perpustakaan dalam mendukung Gerakan Wajib Membaca 15 menit yang dicanangkan oleh Pemerintah yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015. Melalui pojok baca diharapkan dapat menanamkan kepada anak didik untuk menciptakan budaya membaca dan kebiasaan segala hal yang berhubungan dengan gemar membaca. Selain itu, dengan gemar membaca anak memperoleh pengetahuan dan wawasan baru yang akan semakin meningkatkan kecerdasannya sehingga mereka lebih mampu menjawab tantangan hidup pada masa-masa mendatang.  Dengan kata lain, manfaat membaca dapat meningkatkan pengembangan diri, memenuhi tuntutan intelektual, memenuhi kepentingan hidup, meningkatkan minatnya terhadap suatu bidang, mengetahui hal-hal yang aktual, membuka cakrawala kehidupan bagi anak, menyaksikan dunia lain, dunia pikiran dan renungan, dan merubah anak menjadi mempesona dan terasa nikmat tutur katanya.

Keterlibatan dan peran serta guru SD Tegalrejo I Yogyakarta sangat penting dalam menumbuhkan minat baca  anak didik, guru berperan aktif untuk menanamkan minat baca, penanaman akan pentingnya membaca dalam kehidupan, terutama untuk mencapai keberhasilan di sekolah. Dengan penyadari pentingnya hal tersebut, akan akan terdorong untuk melakukan kegiatan membaca sesering mungkin, sehingga di dalam diri anak akan muncul motivasi membaca karena mereka telah menyadari membaca bersifat fungsionsl, yaitu alat untuk mencapai keberhasilan di sekolah, disamping itu, anak juga akan mendapat sebuah hiburan. Di sekolah guru memotivasi anak untuk membaca buku-buku yang menarik di perpustakaan, guru memotivasi anak agar mencintai buku, guru menjadi tauladan untuk membaca, sebagai contoh di SD Tegalrejo I Yogyakarta yaitu guru kelas II sering datang ke perpustakaan, maka secara tidak langsung anak didik kelas II juga sering melalukan kunjungan ke perpustakaan, dari mulai sekedar membaca, meminjam ataupun hanya bermain di perpustakaan. Sedangkan usaha yang dilakukan oleh guru kelas I yaitu mengharuskan siswanya untuk membaca buku yang ada di pojok baca, ketika mereka selesai mengerjakan tugas sembari menunggu temannya yang belum selesai.  

Peran guru selanjutnya adalah dengan bekerja sama dengan pengelola perpustakaan (pustakawan) dengan  cara memberikan tugas atau pekerjaan rumah (PR) kepada anak dengan rujukan buku perpustakaan. Hal ini sesuai dengan  fungsi guru sebagai pengatur dan penggelola semua kegiatan membaca anak dengan mendinamiskan seluruh bacaan yang ada. Selain itu, guru juga harus mendukung kegiatan-kegiatan yang telah diagendakan perpustakaan, misalnya membuat jadwal kunjungan ke perpustakaan. Dengan demikian upaya yang dilakukan oleh guru SD Tegalrejo I Yogayakarta telah mencerminkan adanya peran dan usaha dari guru untuk meningkatkan minat baca dan memanfaatkan pojok baca sebagai sarana pendidikan.

Pojok baca SD Tegalrejo I Yogyakarta diaplikasikan disetiap ruang kelas dari kelas I sampai Kelas VI dan ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), kegiatan ini telah dimulai sejak awal semester II tahun ajaran 2015/ 2016, dipojok baca berisi buku bacaan, tertata rapi di belakang atau samping kelas dan didesain menarik. Koleksi buku penunjang belajar yang menggugah minat anak seperti ensiklopedia, komik sains dan cerita bergambar berjejer rapi, terlihat anak tampak aktif mencari buku yang disukai dari pojok baca, kemudian mencari tempat untuk membaca, salah seorang siswa tampak senang ketika membaca di ruang kelas, bagi mereka ini adalah hal yang baru.

Sedangkan pojok baca yang berada di ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)  fungsinya untuk mengajak kepada pengunjung UKS untuk mengisi waktu ketika anak sedang menunggu atau menemani teman yang sakit. Bahan bacaan yang terdapat di pojok baca UKS terdiri dari buku, leaflet, poster dan brosur  kesehatan untuk anak.

Masing-masing pojok baca di lengkapi 50 eksemplar buku, buku yang disediakan terdiri dari berbagai disiplin ilmu seperti ilmu pengetahuan dan buku bacaan ringan. Harapannya agar minat anak untuk membaca tumbuh dan meningkat. Selanjutnya anak senang mengunjungi perpustakaan, mengingat dengan membaca anak akan menambah informasi yang bermanfaat. Selain koleksi buku bacaan, pojok baca juga merupakan tempat untuk menghimpun atau menyimpan kumpulan tugas yang dikerjakan oleh anak, tempat pajangan hasil karya anak, serta berapa alat peraga sederhana yang sering digunakan guru pada saat pelajaran.

Selera buku bacaan anak kelas bawah kebanyakan lebih ditekankan pada gambar dengan jumlah teks yang lebih sedikit karena anak-anak lebih tertarik pada gambar dan warna yang menyolok, sedangkan anak kelas atas cenderung lebih suka membaca bacaan fantasi seperti KKPK (Kecil-kecil Punya Karya) dan novel sejenisnya. Selain bahan bacaan yang sesuai dengan selera anak, pustakawan juga menyediakan buku pendukung kurikulum pendidikan sekolah baik dalam bentuk fiksi maupun non-fiksi yang mencakup pengetahuan popular yang bermanfaat bagi anak. Anak didik SD Tegalrejo I Yogyakarta sudah terbiasa meletakkan kembali buku yang mereka baca ke rak buku sehingga kerapian pojok baca tetap terjaga.

Pengantian koleksi buku dilakukan secara berkala setiap tiga bulan sekali oleh pustakawan alasannya yaitu: 1) koleksi yang ada pada pojok buku dapat terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan anak didik baik dari segi isi, usia maupun fisiknya, 2) mengurangi kepadatan koleksi pojok buku, sehingga tempat yang tersedia benar-benar digunakan sesuai dengan kebutuhan anak didik, 3) Bahan pustaka yang diganti dapat dimanfaatkan atau ditukar ke kelas lain yang memerlukan, 4) pengantian berati pula penyegaran terhadap koleksi yang ada, artinya anak tidak bosan dan mendapatkan informasi baru.

Adapun tujuan diadakannya pojok baca ini adalah untuk mendukung gerakan 15 menit membaca sebelum jam belajar mengajar dimulai, mengisi waktu kosong ketika selesai mengerjakan tugas dari bapak/ ibu guru, mengisi waktu luang pada saat jam kosong. Manfaat lain dari  pojok baca adalah memfasilitasi anak akan informasi dan pengetahuan karena masih banyak dari anak malas berkunjung ke perpustakaan karena terbatasnya pada saat jam istirahat pelajaran, itupun anak harus disibukkan dengan jajan di kantin sekolah. Selain itu, pojok baca juga sarana untuk mempromosikan perpustakaan lewat koleksi yang ada di pojok baca, masih banyak dari anak yang datang ke perpustakaan karena tuntutan tugas dari guru. Maka dari itu, kegiatan ini sangat efektif dalam membangun dan mendorong minat baca anak karena dimana dulunya anak mengisi waktu luang mereka dengan bermain, sekarang bisa dialihkan dengan kegiatan positif salah satunya dengan membaca.

Keberhasilan program ini tampak dari antusiasme anak didik dalam menyambut kehadiran pojok baca yang tersedia di setiap kelas. Terbukti dengan banyaknya anak yang meminta tambahan buku baru di pojok baca. Mereka sudah terbiasa mengambil buku bacaan sendiri. Sebagian besar anak SD Tegalrejo I Yogyakarta sudah mampu menerapkan budaya membaca tanpa disuruh bapak/ ibu guru.  Anak juga ikut merawat dan membersihkan  buku bacaan yang ada di pojok baca dengan didampingi guru kelasnya masing-masing, harapannya agar anak ikut merawat pojok baca termasuk merawat buku bacaan dengan mengorbankan tenaga serta waktu mereka agar anak tumbuh rasa sayang terhadap pojok baca termasuk koleksi buku bacaanya.

Upaya yang telah dilakukan SD Tegalrejo I Yogyakarta melalui pojok baca, membuka minat baca anak menjadi meningkat, banyak anak yang telah menggunakan waktu luang mereka dengan membaca, yang dulu waktu mereka hanya digunakan dengan bermain saja. Sebagai kesimpulan kami tulis minat baca anak SD Tegalrejo I Yogyakarta cukup tinggi, banyak anak yang telah menyadari bahwa buku adalah jendela dunia, sebuah semboyang yang sering diperdengarkan kepada mereka. Terbukti dengan antusiasme anak akan menggunakan pojok baca, antusiasme anak ini kemudian mendorong guru dan pustakawan untuk menambah buku bacaan yang bagus serta memperbaruhi buku bacaan yang telah ada. Kedepan, kami berharap program sekolah kami dapat diaplikasikan oleh sekolah-sekolah lainya agar menciptakan generasi penerus yang gemar membaca. (dok.Rizki Amal Nanda Septeria)

    Kirim Komentar